60 Trik Rahasia Teknik Menyelamatkan Data

Software terakhir untuk menyelamatkan data yang akan dibahas di
dalam buku ini adalah File Scavenger Data Recovery. Anda dapat
memperoleh aplikasi tersebut dengan men-download-nya melalui
situs http://www.download.com/File-Scavenger-Data-Recovery/3000-
2248_4-10028488.html?cdlpid=10792991. Berikut ini diberikan trik-
trik selengkapnya untuk menggunakan aplikasi tersebut.

51 Recovery Format File Tertentu

Untuk melakukan recovery pada file berformat tertentu, lakukanlah
langkah-langkah berikut ini.
1. Pada Tab Step 1 Search, pilihlah format file yang hendak di-
recovery pada kolom Search For.
2. Selanjutnya tentukan lokasi pencariannya pada kolom Look In.
3. Sesudah itu pilihlah mode Quick pada kolom Mode.
4. Lantas klik tombol Search untuk memulai pencarian file dengan
format yang telah Anda tentukan.








Bab 6
116

Gambar 6.1. Memilih Tombol Search
5. Jika file-file tersebut telah ditemukan, bukalah Tab Step 2:
Recover.
6. Kemudian seleksilah masing-masing file hasil temuan sehingga
tercentang.

Gambar 6.2. Menyeleksi File Hasil Pencarian
7. Lantas klik tombol Browse.

Gambar 6.3. Memilih Tombol Browse
8. Tentukan lokasi penyimpanan file-file tersebut pada kotak dialog
Browse for Folder. Pastikan Anda memilih lokasi folder pada








File Scavenger Data Recovery
117
drive yang berbeda dengan lokasi drive asal file yang akan di-
recovery tersebut.

Gambar 6.4. Memilih Folder Penyimpanan
9. Jika sudah, klik tombol OK.
10. Kembali ke jendela File Scavenger, klik tombol Recover .
11. Tunggulah beberapa saat hingga proses recovery tersebut selesai
dilakukan. Pada kotak konfirmasi yang muncul kemudian, klik
tombol OK.

Gambar 6.5. Tampilan Kotak Konfirmasi Keberhasilan Proses
Recover










Bab 6
118
52 Membuat Backup File pada Sebuah
Drive

Untuk membuat backup file-file dalam sebuah drive, gunakanlah lang-
kah berikut ini:
1. Pada Tab Step 1 Search, pilihlah opsi All Files di kolom Search
for.
2. Selanjutnya tentukan drive yang hendak di-backup pada kolom
Look In.

Gambar 6.6. Tampilan Pencarian File dalam Sebuah Drive
3. Kemudian pilihlah salah satu mode yang ingin digunakan.
4. Lantas klik tombol Search.
5. Jika hasil pencarian file telah ditemukan seluruhnya, pilihlah menu
Edit > Select All.
6. Lanjutkan dengan memilih menu File > Disk Image > Create.

Gambar 6.7. Memilih Opsi Create
7. Pada kotak dialog Creating A Disk Image File, aktifkan opsi I
Have Read The Warning Above. Aktifkan pula opsi Binary
pada bagian Format.








File Scavenger Data Recovery
119

Gambar 6.8. Tampilan Kotak Dialog Creating a Disk Image File
8. Sesudah itu klik tombol Browse.
9. Lantas tentukan lokasi penyimpanan file tersebut. Pastikan Anda
memilih lokasi drive yang berbeda dengan drive asal file yang
hendak di-backup.

Gambar 6.9. Memilih Lokasi Penyimpanan
10. Jika sudah klik tombol OK.








Bab 6
120
11. Pada kotak dialog Disk Image Filename yang muncul, berilah
nama untuk file tersebut diikuti dengan extension .dsk.

Gambar 6.10. Memberi Nama File
12. Sesudah itu klik tombol OK.
13. Kembali ke kotak dialog Creating a Disk Image File, klik
tombol Create.
14. Tunggulah beberapa saat hingga proses ini selesai dilakukan.

Gambar 6.11. Proses Creating Disk Image yang Sedang Berjalan
15. Nantinya Anda bisa membuka file Disk Image tersebut dengan
memilih menu File > Disk Image > Load.












File Scavenger Data Recovery
121
53 Memilih Mode dengan Tepat

Pada aplikasi File Scavenger, terdapat dua mode pencarian, yakni
mode Quick dan mode Long. Untuk memilih mode yang tepat pada
situasi yang Anda hadapi, ikutilah penjelasan tentang masing-masing
mode tersebut berikut ini.
a. Mode Quick
Mode ini bekerja dengan cepat, namun hanya terbatas pada
keadaan tertentu saja. Mode ini cocok digunakan dalam proses
recover untuk file yang terhapus karena adanya virus atau pada
saat perbaikan RAID.
b. Mode Long
Mode ini bisa digunakan pada drive yang telah diformat ulang
atau dipartisi ulang. Mode ini akan menelusuri setiap sector pada
drive karena itulah akan memakan waktu yang lama. Pada suatu
keadaan tertentu sebuah file mungkin saja akan ditemukan tanpa
keterangan folder aslinya atau bahkan tanpa nama. File tersebut
akan tertera dengan nama seperti contoh berikut:
Unknown000001.xls


54 Pencarian File Berdasarkan Nama

Aplikasi File Scavenger juga menyediakan fasilitas pencarian berda-
sarkan nama file. Caranya sebagai berikut:
1. Pastikan Anda telah melakukan pencarian file-file dengan format
tertentu menggunakan fasilitas pencarian pada Tab Step: 1
Search.








Bab 6
122

Gambar 6.12. Tampilan File dalam Format CorelDRAW X4 Graphic
2. Kemudian pilihlah pada file yang berada di urutan teratas.
3. Selanjutnya pilihlah menu Edit > Find (in this window).

Gambar 6.13. Memilih Opsi Find
4. Pada kotak dialog Search yang muncul, masukkan nama file
yang Anda cari pada kotak dialog Find What.

Gambar 6.14. Memasukkan Nama File
5. Jika sudah klik tombol Find Next.








File Scavenger Data Recovery
123
6. Selanjutnya file hasil pencarian akan dimunculkan dalam keadaan
terseleksi.

Gambar 6.15. Tampilan Hasil Pencarian dalam Keadaan Terseleksi

55 Melihat Folder Lokasi Asal File

Untuk melihat folder lokasi asal file, gunakanlah langkah singkat
berikut ini:
1. Pastikan Anda telah selesai melakukan pencarian menggunakan
fasilitas pencarian pada Tab Step 1: Search.








Bab 6
124

Gambar 6.16. Tampilan File Hasil Pencarian Berformat cdr
2. Selanjutnya klik ikon Tree View yang berada di bagian
atas jendela aplikasi File Scavenger.

Gambar 6.17. Tampilan Ikon Tree View
3. Dengan demikian, Anda akan melihat tampilan folder yang meru-
pakan folder lokasi asal file-file hasil pencarian.








File Scavenger Data Recovery
125

Gambar 6.18. Tampilan Folder Lokasi File
4. Sementara itu, untuk kembali ke tampilan awal, pilihlah ikon List
View .

Gambar 6.19. Tampilan Ikon List View

56 Melihat Informasi Detail Sebuah File

Jika Anda ingin melihat informasi detail sebuah file, ikutilah langkah
singkat berikut ini:
1. Pilihlah file yang hendak dilihat informasi detailnya.








Bab 6
126

Gambar 6.20. Memilih Sebuah File
2. Setelah itu klik ikon Properties .
3. Selanjutnya Anda akan melihat informasi file tersebut dalam
sebuah kotak dialog Properties.

Gambar 6.21. Tampilan Informasi Sebuah File
4. Untuk keluar dari kotak dialog tersebut, klik tombol OK.










File Scavenger Data Recovery
127
57 Melihat Informasi Sebuah Folder

Pada trik sebelumnya, Anda telah mengetahui bagaimana melihat
informasi detail tentang sebuah file. Pada trik berikut ini, Anda akan
mengetahui trik untuk dapat melihat informasi detail dari sebuah
folder. Berikut ini caranya:
1. Jika pencarian terhadap file-file telah selesai dilakukan, pilihlah
ikon Tree View .
2. Dengan demikian, hasil pencarian tersebut akan ditampilkan
dalam bentuk tampilan folder-folder.

Gambar 6.22. Tampilan Hasil Pencarian Berupa Folder
3. Selanjutnya pilihlah salah satu folder yang hendak dilihat infor-
masi detailnya.
4. Lantas klik tombol Properties .
5. Setelah itu Anda akan melihat kotak dialog Properties yang
berisi informasi detail mengenai folder tersebut.








Bab 6
128

Gambar 6.23. Tampilan Informasi Sebuah Folder
6. Klik tombol OK untuk menutup kotak dialog tersebut.

58 Mengelompokkan File

Untuk memudahkan Anda dalam membaca file-file yang telah ditemu-
kan dengan fasilitas Search, Anda bisa mengelompokkannya menurut
beberapa kategori. Caranya sebagai berikut.
1. Pastikan proses pencarian file telah selesai dilakukan.

Gambar 6.24. Tampilan File yang Masih Teracak








File Scavenger Data Recovery
129
2. Selanjutnya pilihlah menu View > Arrange Files.

Gambar 6.25. Memilih Opsi Arrange Files
3. Berikutnya pilihlah salah satu pengelompokan yang Anda ingin-
kan, misalnya berdasarkan nama, tipe, folder, volume, status,
size, atau tanggal file tersebut.

Gambar 6.26. Tampilan File Berdasarkan Nama









Bab 6
130
59 Melihat Tampilan Image

Untuk melihat tampilan image yang hendak di-recovery, lakukanlah
langkah singkat ini:
1. Pilihlah salah satu file image yang hendak dilihat.
2. Selanjutnya klik ikon Preview .
3. Atau klik kanan pada file tersebut dan pilihlah opsi Preview.

Gambar 6.27. Memilih Opsi Preview
4. Setelah itu Anda akan melihat tampilan image beserta infor-
masinya di sebuah kotak dialog Preview in Reduced Size.








File Scavenger Data Recovery
131

Gambar 6.28. Tampilan Sebuah Image
5. Untuk keluar dari kotak dialog tersebut, klik tombol OK.


60 Pengaturan Recovery
untuk File Recovery yang Sama

Sebelum melakukan recovery, lakukanlah pengaturan berikut ini
sehingga nantinya bila terdapat file recover yang sama, aplikasi File
Scavenger dapat menentukan langkah yang harus diambil. Penga-
turan ini perlu dilakukan bila Anda membuat recovery pada sebuah
drive/folder/sekumpulan file secara teratur atau berulangkali.
1. Pilihlah menu Options > Recover > Overwrite Mode.
2. Pada kotak dialog Overwrite Mode yang muncul, pilihlah salah
satu opsinya. Berikut ini penjelasan masing-masing opsi tersebut.
• Use The More Recent File, jika opsi ini dalam keadaan
aktif, File Scavenger akan memilih file terbaru ketika dite-
mukan dua file yang sama.
• Generate a New Unique Filename, jika opsi ini yang Anda
pilih, File Scavenger akan membuat file recover dengan nama
baru. Misalnya saja file ”proyek.data” telah ter-recover
dengan nama ”proyek[1].data” maka file recover berikutnya
akan diberi nama ”proyek[2].data”.








Bab 6
132
• Overwrite, jika opsi ini yang Anda pilih, file recover yang
baru akan menimpa file recover yang sebelumnya.
• Skip, sementara itu jika Anda memilih opsi ini, file recover
baru tidak akan dibuat, melainkan file recover sebelumnyalah
yang tetap digunakan.

Gambar 6.29. Tampilan Kotak Dialog Overwrite Mode
3. Lantas aktifkan pula opsi Always Use This Response and Do
Not Ask This Question Again.
4. Sesudah itu klik tombol OK untuk mengakhiri pengaturan yang
Anda buat.


Read Full...
 

Free Blog Templates

JAKARTA, KOMPAS.com ? Dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet sehingga program buku sekolah elektronik dinilai tidak efektif.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Rabu (17/6). Menurutnya, minimnya jumlah sekolah yang bisa mengakses internet tersebut menunjukkan bahwa program dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book belum efektif.

Jadi ada sekitar 17.500 sekolah yang tidak terakses internet, ujarnya. Bisa dibayangkan kalau download materi pelajaran di internet kemudian di-print out, biayanya jauh lebih mahal dari pada beli buku cetak, lanjutnya.

Mendapati hal tersebut, Depdiknas kemudian menggandeng salah satu percetakan milik Jawa Pos Grup yakni PT Temprina Media Grafika untuk mencetak buku-buku elektronik secara massal. Hanya, lanjut dia, Depdiknas sendiri tidak mengalokasikan biaya distribusi. Alhasil, yang dihitung hanya biaya cetak, padahal ongkos distribusi ke sekolah-sekolah di Indonesia bagian timur sangat besar.

Jadi wajar, jika kemudian pelaksanaan program itu tersendat, ujarnya.

Menurutnya, yang harus diubah oleh Depdiknas adalah biaya distribusi sehingga orang-orang dari daerah yang ingin mencetak buku elektronik itu bisa langsung mendistribusikannya.

Selain itu, kata dia, pemerintah baru menjalin kerja sama dengan PT Temprina Media Grafika saja. Sementara, dengan percetakan lainnya belum dilakukan.

Tapi dugaan saya, perusahaan itu hanya mencetak untuk daerah-daerah di mana dia punya percetakan. Kalau seperti itu, bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak punya percetakan dan bagaimana distribusinya jika harga buku dipatok Rp 10.000 per eksemplar, katanya.

Untuk itu, kata dia, jika pemerintahan cerdas, maka tentunya akan bekerja sama dengan percetakan lokal agar distribusi buku-buku murah tersebut merata di semua daerah. Apalagi kalau pemerintah daerah (pemda) ikut mencetak dan mendistribusikannya, maka kemungkinan harga buku bisa ditekan.

Tujuan dari e-book itu sendiri kan menekan harga buku di pasaran, katanya.
Powered By Blogger

sdt

Powered By Blogger

Stadion Afsel Dapatkan Persetujuan FIFA

CAPE TOWN – Pihak Organisasi mengatakan, bahwa stadion baru di Afrika Selatan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Benarkah?

Diketahui, Afsel sudah membangun lima stadium baru dan juga merenovasi lima stadion lama yang akan digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2010 mendatang. Hal itu membutuhkan biaya sekira USD1,3 Miliar.

Namun, proyek stadion ini sempat dilanda masalah, dimana para pekerja setempat sempat melakukan aksi pemogokan dan biaya yang dikeluarkan juga melebihi anggaran yang ada saat ini

“Persiapan terakhir sudah lengkap dan kami bisa percaya diri untuk menjadi tuan rumah dengan 10 stadion berkelas dunia,” papar CEO organisasi Piala Dunia 2010 Danny Jordaan.

Stadion memang sudah siap digunakan. Namun, ada beberapa masalah yang mengganggu dirinya untuk saat ini. Masalah itu antara lain berupa parkiran untuk bus tim peserta Piala Dunia.

"Satu-satunya masalah yang tersisa adalah pertanyaan-pertanyaan seperti parkir untuk bus tim peserta, merampungkan pengaturan keamanan dan posting tanda-tanda untuk mengarahkan para penggemar," jelas Joordan.

"Apa yang kita cari sekarang adalah detail terakhir,” tandasnya sebagaimana dilansir Goal, Senin (29/3/2010).
(hmr)
Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by PIALA DUNIA 2010 | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks