PROFILE




NAMA AQ ANUGERAH DIAN PERMANA, AKU ADALAH TYPE CWOK YANG..,,..,,dilahirkan di surabaya,,aku ngambil jurusan Informatic Management saaat ini,,....terima kasih sudah ngunjungi alamat bloger aq,,,,,,,,,aslllllamualaikum.wr.wb Read Full...
 

Free Blog Templates

JAKARTA, KOMPAS.com ? Dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet sehingga program buku sekolah elektronik dinilai tidak efektif.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Rabu (17/6). Menurutnya, minimnya jumlah sekolah yang bisa mengakses internet tersebut menunjukkan bahwa program dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book belum efektif.

Jadi ada sekitar 17.500 sekolah yang tidak terakses internet, ujarnya. Bisa dibayangkan kalau download materi pelajaran di internet kemudian di-print out, biayanya jauh lebih mahal dari pada beli buku cetak, lanjutnya.

Mendapati hal tersebut, Depdiknas kemudian menggandeng salah satu percetakan milik Jawa Pos Grup yakni PT Temprina Media Grafika untuk mencetak buku-buku elektronik secara massal. Hanya, lanjut dia, Depdiknas sendiri tidak mengalokasikan biaya distribusi. Alhasil, yang dihitung hanya biaya cetak, padahal ongkos distribusi ke sekolah-sekolah di Indonesia bagian timur sangat besar.

Jadi wajar, jika kemudian pelaksanaan program itu tersendat, ujarnya.

Menurutnya, yang harus diubah oleh Depdiknas adalah biaya distribusi sehingga orang-orang dari daerah yang ingin mencetak buku elektronik itu bisa langsung mendistribusikannya.

Selain itu, kata dia, pemerintah baru menjalin kerja sama dengan PT Temprina Media Grafika saja. Sementara, dengan percetakan lainnya belum dilakukan.

Tapi dugaan saya, perusahaan itu hanya mencetak untuk daerah-daerah di mana dia punya percetakan. Kalau seperti itu, bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak punya percetakan dan bagaimana distribusinya jika harga buku dipatok Rp 10.000 per eksemplar, katanya.

Untuk itu, kata dia, jika pemerintahan cerdas, maka tentunya akan bekerja sama dengan percetakan lokal agar distribusi buku-buku murah tersebut merata di semua daerah. Apalagi kalau pemerintah daerah (pemda) ikut mencetak dan mendistribusikannya, maka kemungkinan harga buku bisa ditekan.

Tujuan dari e-book itu sendiri kan menekan harga buku di pasaran, katanya.
Powered By Blogger

sdt

Powered By Blogger

Stadion Afsel Dapatkan Persetujuan FIFA

CAPE TOWN – Pihak Organisasi mengatakan, bahwa stadion baru di Afrika Selatan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Benarkah?

Diketahui, Afsel sudah membangun lima stadium baru dan juga merenovasi lima stadion lama yang akan digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2010 mendatang. Hal itu membutuhkan biaya sekira USD1,3 Miliar.

Namun, proyek stadion ini sempat dilanda masalah, dimana para pekerja setempat sempat melakukan aksi pemogokan dan biaya yang dikeluarkan juga melebihi anggaran yang ada saat ini

“Persiapan terakhir sudah lengkap dan kami bisa percaya diri untuk menjadi tuan rumah dengan 10 stadion berkelas dunia,” papar CEO organisasi Piala Dunia 2010 Danny Jordaan.

Stadion memang sudah siap digunakan. Namun, ada beberapa masalah yang mengganggu dirinya untuk saat ini. Masalah itu antara lain berupa parkiran untuk bus tim peserta Piala Dunia.

"Satu-satunya masalah yang tersisa adalah pertanyaan-pertanyaan seperti parkir untuk bus tim peserta, merampungkan pengaturan keamanan dan posting tanda-tanda untuk mengarahkan para penggemar," jelas Joordan.

"Apa yang kita cari sekarang adalah detail terakhir,” tandasnya sebagaimana dilansir Goal, Senin (29/3/2010).
(hmr)
Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by PIALA DUNIA 2010 | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks