MENGENAI VIRUS

Virus dan Safe Mode



Safe mode? Ya … Windows biasanya akan diperlengkapi dengan modus safe
mode. Dimaksudkan agar pemakai dapat memperbaiki Windows jika terjadi
suatu musibah. Windows safe mode sebetulnya tidak lebih dari Windows yang
dijalankan dengan driver standar! Sehingga jika terjadi kerewelan pada driver-
driver non-standar Windows yang membuat Windows modus standar gagal
dijalankan, maka Windows modus standar dapat dipulihkan lagi dengan cara
masuk ke modus safe mode. Pada saat dalam modus safe mode inilah, pemakai
berkesempatan untuk melakukan eliminasi pada drive non-standar yang ber-
masalah tersebut. Dengan cara ini, Windows yang rusak akan menjadi normal
kembali. Itu harapannya.
Melihat fungsinya, tentu saja, modus safe mode ini, juga merupakan ancaman
bagi kelangsungan hidup virus atau program-program yang suka membuat
masalah … ☺ Oleh karena itu, modus safe mode ini juga merupakan target
utama program virus. Artinya, virus akan berusaha memanipulasi modus safe
mode atau bahkan menggagalkan fungsinya!

40

Bagaimana masuk ke modus safe mode?
Lakukan booting ulang komputer. Pada saat proses
booting dimulai, tekanlah tombol F8 secara cepat dan
berulangkali. (Agak histeris juga boleh… ☺) Sehingga
muncul menu boot Windows. Pilihlah Safe Mode, maka
proses akan berjalan hingga akhirnya menampilkan pilihan
user yang harus digunakan untuk masuk ke Windows safe
mode. Pada Windows XP, biasanya akan muncul account
Administrator dan account yang kita punya. Pilihlah user Account yang biasa
kita pakai.
Setelah itu biasanya kita akan ditanya, apakah akan masuk ke modus Safe mode
ataukah kita akan memakai fasilitas system restore Windows. Klik Yes, maka
kita akan masuk ke mode Windows safe mode. Artinya, Windows akan aktif
dengan perangkat apa adanya (standar minimalnya).

3.1 Aktif dalam Safe Mode
Ada subkey registry Windows yang berguna untuk menjalankan suatu program
secara otomatis saat Windows dihidupkan. Jadi, jika kita ingin agar suatu file
executable aktif saat Windows dihidupkan, maka kita harus menulisi subkey
autorun ini dengan suatu nama value yang berisi data yang menyebutkan
bahwa file X.EXE adalah file yang harus dieksekusi. X di sini mewakili
sembarang nama file EXE.
Tools standar milik Windows untuk memeriksa konfigurasi autorun adalah
program System Configuration Utility atau lebih dikenal dengan nama msconfig
karena file pengaktif program tersebut bernama msconfig.exe. Untuk memang-
gilnya, dilakukan via perintah Run dari menu Start. Klik Start - pilih Run dan
ketikkan msconfig. Tekan Enter atau klik OK.
Jendela System Configuration Utility akan muncul dan terlihat beberapa tab.
Salah satunya tab Startup. Tab tersebut berguna untuk melihat program apa saja
yang akan dijalankan oleh Windows pada saat Windows diaktifkan. Ini dia!
Virus biasanya akan memblokir penggunaan program ini. Entah itu dengan
mematikan pilihan Run atau memonitor caption (judul/nama) jendela program
yang sedang aktif. Jika caption program yang sedang aktif adalah sama dengan
caption yang telah ditargetkan oleh virus, secara otomatis virus akan segera
menutupnya atau mungkin melakukan booting ulang. Sekarang sampeyan tahu 41
sebabnya, bukan? Mengapa saat suatu virus aktif, dan kita memanggil msconfig,
tiba-tiba jendela program msconfig menutup dengan sendirinya. Atau mungkin,
tiba-tiba, komputer melakukan booting ulang… / capeek deh …

Gambar 3.1. Tab Startup msconfig

Pada tab Startup, akan terlihat kolom Startup item, yang menunjukkan nama
item yang akan dijalankan saat Windows diaktifkan. Juga kolom command,
yang biasanya berisi program yang diaktifkan plus parameternya jika ada.
Sedangkan kolom Location, menunjukkan lokasi subkey (syaraf) registry yang
menyimpan setting data ini. Pada contoh terlihat, nama SMTray ternyata adalah
milik program yang bernama SMTray.exe dan berada di folder d:\Program
Files\Analog Devices\SoundMAX.
Virus biasanya akan membuat suatu nilai di sini, agar file yang memicu peng-
aktif programnya dijalankan saat booting Windows terjadi sehingga penelitian di
bagian ini amat penting untuk dilakukan. Celakanya lagi, virus-virus sekarang
memasangkan nama itemnya dengan nama yang “berbau-bau” nama file sistem
Windows. Hal ini untuk mengelabui pemakai yang memeriksanya. Misalnya,
dengan nama windows.exe, svc0host.exe, rundlll.exe dan lain sebagainya.
Di sini kejelian kitalah yang menentukan sukses tidaknya mengenali file virus.
Dan ini perlu latihan…. ☺ 42
Jika kita sudah menemukan item yang kita curigai, hilangkan tanda centang
yang ada di depan startup item. Jika tidak dicentang, artinya item tersebut tidak
akan dijalankan saat booting dilakukan. Sebaliknya, jika dicentang, maka akan
dijalankan. Setelah kita melakukan proses centang atau un-centang … ☺ klik
OK dan lakukan booting ulang agar proses pengubahan menjadi aktif.
Tools standar milik Windows lainnya yang dapat dipakai untuk memeriksa
konfigurasi autorun registry adalah program Registry Editor. Untuk memang-
gilnya, dilakukan via perintah Run dari menu Start. Klik Start - pilih Run dan
ketikkan regedit. Tekan Enter atau klik OK.
Program registry editor akan tampil. Pergilah ke lokasi:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersio
n\Run

Klik ganda berulangkali pada subkey yang terlihat sehingga lokasi tersebut
ditemukan.

Gambar 3.2. Lokasi yang akan diperiksa

Pada subkey Run inilah biasanya virus akan menuliskan nama value baru untuk
mengaktifkan program virus. Untuk menghapus data yang ada, klik nama value
dan tekan DEL.
Lokasi-lokasi lain yang perlu kita periksa dalam rangka autorun registry ini
adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Once
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
OnceEx
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
43
Jika ditemukan nama value yang menurut Anda aneh, hapus saja …
Dari beberapa subkey di atas, ada satu subkey yang cukup istimewa. Yaitu
subkey RunOnce. Berbeda dengan subkey Run yang akan selalu menjalankan
program yang ada di dalamnya setiap kali Windows dihidupkan, subkey
RunOnce ini biasanya dipakai untuk menjalankan satu program sebanyak satu
kali saja! Jadi, subkey ini biasanya dipakai oleh suatu program untuk meng-
aktifkan prosesnya sebanyak satu kali saja sehingga nama value yang dituliskan
di sini hanya akan berlaku satu kali saja. Setelah dijalankan, nama value tersebut
akan dihapus.
Jika pembuat virus cukup nakal, ia akan membuat program virus untuk menu-
liskan pengaktifnya di subkey ini. Jadi, virus akan aktif saat komputer dihi-
dupkan. Program akan dijalankan dan nama value pemicu akan dihapus. Maka
ia tidak meninggalkan jejak di msconfig. Selang beberapa waktu saat virus aktif,
ia akan membuat program timer yang secara berkala menulis ulang nama value
di subkey tersebut. Atau mungkin virus hanya akan menuliskan data pada
subkey RunOnce saat komputer akan di-log off. Dengan cara tersebut, virus
akan terjaga eksistensinya. Lumayan cerdik ‘khan?
Tapi…. ada yang lebih gila lagi…☺ dengan bantuan subkey RunOnce ini, virus
akan tetap dapat hidup biarpun Windows dijalankan di modus SAFE MODE!
Caranya? Sederhana saja! Yaitu dengan menambahkan satu karakter tertentu
pada nama value tersebut, maka virus akan dapat berjalan pada safe mode.
Karakter apakah itu? Saya tidak akan memberi tahu Sampeyan.. heheh ☺!
ndak ding… nanti saya dipikir tukang menyembunyikan ilmu lagi.
Kita langsung praktek saja ya? Panggil Regedit dan pergi ke subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Once

Kita buat suatu nama value yang bernama COBA. Nama value ini misalnya
akan memanggil file virus yang bernama VIRUSKU.EXE.

Gambar 3.3. Lokasi subkey target 44
Klik kanan subkey Runonce. Menu konteks akan muncul, pilih New, pilih
String Value.

Gambar 3.4. Membuat subkey baru

Suatu subkey baru akan muncul. Kita ganti nama value tersebut dengan data
COBA. Ketik COBA dan tekan Enter.

Gambar 3.5. Membuat nama value

Klik ganda nama value tersebut dan kita isi datanya dengan
c:\windows\virusku.exe. Lalu klik OK.

Gambar 3.6. Mengisi nama value 45
Jika benar dalam melakukannya, kita akan memiliki nama value COBA dengan
jenis string dan mempunyai data c:\windows\virusku.exe. Artinya, saat nanti
Windows dihidupkan, file VIRUSKU.EXE akan ikut dijalankan!

Gambar 3.7. Nama value baru

Nah! Sekarang, bagaimana caranya agar nama value tersebut tetap akan
dijalankan biarpun Windows dimasukkan dalam modus SAFE MODE?
Gampang! Cukup tambahkan karakter * (asterisks) di depan nama value ter-
sebut. Artinya, nama COBA kita ganti dengan nama *COBA.

Gambar 3.8. Mengubah nama dari nama value

Jika tidak percaya, lakukan booting dan masuklah dalam modus SAFE MODE.
Saharusnya file dengan nama VIRUSKU.EXE akan tetap dijalankan oleh
Windows. Jika yang kita pasangkan file tersebut adalah file virus beneran, maka
akibatnya akan cukup fatal. Virus tetap akan hadir di memory biarpun kita telah
memakai modus SAFE MODE. Biarpun trik ini kelihatannya sederhana, tapi
cukup berbahaya jika dipakai. Karena sesudah data tersebut dijalankan, maka
data yang dijalankan tersebut akan dihapus oleh Windows. Sehingga akan
mempersulit pelacakan sumber masalahnya. Take care…!





46


Jika virus tetap saja aktif biarpun kita sudah masuk ke
modus safe mode, periksalah subkey RunOnce secara
berulang kali. Siapa tahu virus tidak memakai teknik shell
spawn, tapi mengandalkan subkey Runonce.




Teknik Runonce ini, masih jarang dilakukan oleh virus.
Jadi, hukumnya wajib dipasangkan! Semakin banyak
manipulasi yang dapat membuat virus aktif, maka akan
semakin sukses virus tersebut bertahan hidup. Viva Virus
… !! ☺



3.2 Alternate Shell Safe Mode
Virus biasanya tidak akan dapat aktif bila kita masuk ke safe mode. Itu biasa-
nya! Pada perkembangannya, virus ternyata juga sudah mulai melebarkan
sayapnya, mencekal (cegah dan tangkal.. ☺) beberapa penanganan safe mode
dengan memasangkan pemicu filenya pada beberapa subkey registry. Dengan
cara ini, virus akan tetap dijalankan dan mencegah pemakai untuk masuk ke
modus SAFE mode! Kasar memang! Tapi ya… begitulah .. sayangku .. hehehe

Jadi, trik ini akan menggenapi trik pertama tadi… ☺ menambah ruwetnya
pematian virus. Hehehe… ndak pa pa malahan tambah asyik khan?
Lokasi subkey registry yang diserang adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot

Lokasi visualnya terlihat seperti pada Gambar 3.9. 47

Gambar 3.9. Lokasi subkey target

Pada subkey SafeBoot ini akan terdapat suatu nama value yang bernama
AlternateShell. Dengan jenis datanya adalah string. Kita lihat isian standarnya
adalah CMD.EXE. Jika tidak berisi data tersebut, ada kemungkinan file yang
ada di situ adalah file virus. Waspadalah!
Misalkan hal itu terjadi, klik ganda nama value tersebut dan pada isian Value
data ubahlah menjadi berisi CMD.EXE. Klik OK. Beres!

Gambar 3.10. Mengedit isian data

Yang perlu mendapat perhatian! Virus umumnya juga akan menyerang subkey-
subkey yang sejenis. Artinya begini… virus juga akan menyerang lokasi registry
lain yang menyimpan data-data SafeBoot, biasanya memang terdapat lebih dari
satu kontrol ini. Lokasi lain yang diserang adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet003\Control\SafeBoot

Jadi, bergantung pada komputer tersebut mempunyai berapa subkey
ControlSet00X. X di sini mewakili angka 1, 2, dan seterusnya. Dengan diu-
bahnya data pada nama value AlternateShell, maka biasanya komputer akan
gagal masuk ke SAFE MODE, malahan menjalankan file virus! BAH…. !! ..
// 48


Jika virus menyerang dan kita gagal masuk ke modus safe
mode, maka subkey-subkey alternate shell ini wajib kita
periksa. Jika isi datanya aneh, tidak standar, maka ubahlah
isiannya dengan CMD.EXE.




Biarpun manipulasi ini terkesan kasar dan kejam, namun
apa boleh buat, pencegatan masuk ke safe mode ini, wajib
dilakukan. Karena akan membuat virus lebih aman dan
terjaga eksistensinya!




Read Full...
 

Free Blog Templates

JAKARTA, KOMPAS.com ? Dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet sehingga program buku sekolah elektronik dinilai tidak efektif.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Rabu (17/6). Menurutnya, minimnya jumlah sekolah yang bisa mengakses internet tersebut menunjukkan bahwa program dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book belum efektif.

Jadi ada sekitar 17.500 sekolah yang tidak terakses internet, ujarnya. Bisa dibayangkan kalau download materi pelajaran di internet kemudian di-print out, biayanya jauh lebih mahal dari pada beli buku cetak, lanjutnya.

Mendapati hal tersebut, Depdiknas kemudian menggandeng salah satu percetakan milik Jawa Pos Grup yakni PT Temprina Media Grafika untuk mencetak buku-buku elektronik secara massal. Hanya, lanjut dia, Depdiknas sendiri tidak mengalokasikan biaya distribusi. Alhasil, yang dihitung hanya biaya cetak, padahal ongkos distribusi ke sekolah-sekolah di Indonesia bagian timur sangat besar.

Jadi wajar, jika kemudian pelaksanaan program itu tersendat, ujarnya.

Menurutnya, yang harus diubah oleh Depdiknas adalah biaya distribusi sehingga orang-orang dari daerah yang ingin mencetak buku elektronik itu bisa langsung mendistribusikannya.

Selain itu, kata dia, pemerintah baru menjalin kerja sama dengan PT Temprina Media Grafika saja. Sementara, dengan percetakan lainnya belum dilakukan.

Tapi dugaan saya, perusahaan itu hanya mencetak untuk daerah-daerah di mana dia punya percetakan. Kalau seperti itu, bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak punya percetakan dan bagaimana distribusinya jika harga buku dipatok Rp 10.000 per eksemplar, katanya.

Untuk itu, kata dia, jika pemerintahan cerdas, maka tentunya akan bekerja sama dengan percetakan lokal agar distribusi buku-buku murah tersebut merata di semua daerah. Apalagi kalau pemerintah daerah (pemda) ikut mencetak dan mendistribusikannya, maka kemungkinan harga buku bisa ditekan.

Tujuan dari e-book itu sendiri kan menekan harga buku di pasaran, katanya.
Powered By Blogger

sdt

Powered By Blogger

Stadion Afsel Dapatkan Persetujuan FIFA

CAPE TOWN – Pihak Organisasi mengatakan, bahwa stadion baru di Afrika Selatan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Benarkah?

Diketahui, Afsel sudah membangun lima stadium baru dan juga merenovasi lima stadion lama yang akan digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2010 mendatang. Hal itu membutuhkan biaya sekira USD1,3 Miliar.

Namun, proyek stadion ini sempat dilanda masalah, dimana para pekerja setempat sempat melakukan aksi pemogokan dan biaya yang dikeluarkan juga melebihi anggaran yang ada saat ini

“Persiapan terakhir sudah lengkap dan kami bisa percaya diri untuk menjadi tuan rumah dengan 10 stadion berkelas dunia,” papar CEO organisasi Piala Dunia 2010 Danny Jordaan.

Stadion memang sudah siap digunakan. Namun, ada beberapa masalah yang mengganggu dirinya untuk saat ini. Masalah itu antara lain berupa parkiran untuk bus tim peserta Piala Dunia.

"Satu-satunya masalah yang tersisa adalah pertanyaan-pertanyaan seperti parkir untuk bus tim peserta, merampungkan pengaturan keamanan dan posting tanda-tanda untuk mengarahkan para penggemar," jelas Joordan.

"Apa yang kita cari sekarang adalah detail terakhir,” tandasnya sebagaimana dilansir Goal, Senin (29/3/2010).
(hmr)
Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by PIALA DUNIA 2010 | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks