MENGENAI FACEBOOK

 Koneksi Lambat? Pakai Facebook Lite
 
Facebook memperkenalkan cara alternatif bagi pengguna untuk berinteraksi yakni menggunakan Facebook Lite. Situs ini merupakan versi ringan dari jejaring sosial terpopuler tersebut yang awalnya disediakan untuk pengguna di Amerika Serikat dan India. "We are rolling out a preview of Facebook Lite to the United States and India today.
We're still working hard to finish it up, but we'd love to know what you think so far!", demikian pesan yang disampaikan Facebook, Jumat malam lalu.

Facebook Lite menghadirkan tampilan yang disederhanakan dan loading yang lebih cepat dibandingkan dengan situs tradisional Facebook. Selain desainnya yang lebih ringan, pada news feed di bagian atas hanya tersedia toolbar dan tombol-tombol untuk melakukan update status dan upload media.

Koneksi internet Anda lambat, atau bila ingin mencoba versi ringan dari Facebook dapat melakukan login dari http://lite.facebook.com.

Pada Facebook Lite aplikasi yang tersedia sangat minim, dan umumnya hanya aplikasi yang dibuat oleh Facebook saja. Aplikasi buatan pihak ketiga seperti game ataupun kuis tidak muncul.

Di halaman profil, kini hanya tersedia Wall, Info, Friends, dan Photos & Video. Meski kita tidak bisa melihat wall-to-wall post atau mengundang teman ke sebuah event, status dan sharing masih disediakan.


Sebelum ini, Facebook Lite, hanya tersedia untuk dicoba oleh pengguna dalam jumlah terbatas.



Access Facebook jadi WUzz... Wuzz.. Read Full...
 

Free Blog Templates

JAKARTA, KOMPAS.com ? Dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet sehingga program buku sekolah elektronik dinilai tidak efektif.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Rabu (17/6). Menurutnya, minimnya jumlah sekolah yang bisa mengakses internet tersebut menunjukkan bahwa program dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau e-book belum efektif.

Jadi ada sekitar 17.500 sekolah yang tidak terakses internet, ujarnya. Bisa dibayangkan kalau download materi pelajaran di internet kemudian di-print out, biayanya jauh lebih mahal dari pada beli buku cetak, lanjutnya.

Mendapati hal tersebut, Depdiknas kemudian menggandeng salah satu percetakan milik Jawa Pos Grup yakni PT Temprina Media Grafika untuk mencetak buku-buku elektronik secara massal. Hanya, lanjut dia, Depdiknas sendiri tidak mengalokasikan biaya distribusi. Alhasil, yang dihitung hanya biaya cetak, padahal ongkos distribusi ke sekolah-sekolah di Indonesia bagian timur sangat besar.

Jadi wajar, jika kemudian pelaksanaan program itu tersendat, ujarnya.

Menurutnya, yang harus diubah oleh Depdiknas adalah biaya distribusi sehingga orang-orang dari daerah yang ingin mencetak buku elektronik itu bisa langsung mendistribusikannya.

Selain itu, kata dia, pemerintah baru menjalin kerja sama dengan PT Temprina Media Grafika saja. Sementara, dengan percetakan lainnya belum dilakukan.

Tapi dugaan saya, perusahaan itu hanya mencetak untuk daerah-daerah di mana dia punya percetakan. Kalau seperti itu, bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak punya percetakan dan bagaimana distribusinya jika harga buku dipatok Rp 10.000 per eksemplar, katanya.

Untuk itu, kata dia, jika pemerintahan cerdas, maka tentunya akan bekerja sama dengan percetakan lokal agar distribusi buku-buku murah tersebut merata di semua daerah. Apalagi kalau pemerintah daerah (pemda) ikut mencetak dan mendistribusikannya, maka kemungkinan harga buku bisa ditekan.

Tujuan dari e-book itu sendiri kan menekan harga buku di pasaran, katanya.
Powered By Blogger

sdt

Powered By Blogger

Stadion Afsel Dapatkan Persetujuan FIFA

CAPE TOWN – Pihak Organisasi mengatakan, bahwa stadion baru di Afrika Selatan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Benarkah?

Diketahui, Afsel sudah membangun lima stadium baru dan juga merenovasi lima stadion lama yang akan digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2010 mendatang. Hal itu membutuhkan biaya sekira USD1,3 Miliar.

Namun, proyek stadion ini sempat dilanda masalah, dimana para pekerja setempat sempat melakukan aksi pemogokan dan biaya yang dikeluarkan juga melebihi anggaran yang ada saat ini

“Persiapan terakhir sudah lengkap dan kami bisa percaya diri untuk menjadi tuan rumah dengan 10 stadion berkelas dunia,” papar CEO organisasi Piala Dunia 2010 Danny Jordaan.

Stadion memang sudah siap digunakan. Namun, ada beberapa masalah yang mengganggu dirinya untuk saat ini. Masalah itu antara lain berupa parkiran untuk bus tim peserta Piala Dunia.

"Satu-satunya masalah yang tersisa adalah pertanyaan-pertanyaan seperti parkir untuk bus tim peserta, merampungkan pengaturan keamanan dan posting tanda-tanda untuk mengarahkan para penggemar," jelas Joordan.

"Apa yang kita cari sekarang adalah detail terakhir,” tandasnya sebagaimana dilansir Goal, Senin (29/3/2010).
(hmr)
Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by PIALA DUNIA 2010 | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks